Sukses di Pemasaran Facebook Membutuhkan Pendekatan "Semua Sumber Data di Dek"

Facebook

Bagi pemasar, Facebook adalah gorila seberat 800 pon di dalam ruangan. Itu Pew Research Center mengatakan bahwa hampir 80% orang Amerika yang daring menggunakan Facebook, lebih dari dua kali lipat jumlahnya yang menggunakan Twitter, Instagram, Pinterest, atau LinkedIn. Pengguna Facebook juga sangat terlibat, dengan lebih dari tiga perempat dari mereka mengunjungi situs setiap hari dan lebih dari setengahnya masuk beberapa kali per hari.

Jumlah pengguna Facebook bulanan aktif di seluruh dunia diperkirakan sekitar 2 miliar. Tetapi bagi pemasar, statistik Facebook yang paling penting mungkin adalah ini: Pengguna menghabiskan rata-rata 35 menit sehari di platform media sosial. Pemasar tidak mampu tidak untuk bersaing di Facebook - ini akan memberikan terlalu banyak tempat kepada pesaing, namun banyak yang menganggapnya sebagai tantangan: 94% pemasar menggunakan Facebook, tetapi hanya 66% yang yakin bahwa ini adalah cara efektif untuk mendistribusikan konten.

Mengapa ada perbedaan? Bukannya Facebook tidak menawarkan banyak opsi untuk membantu pemasar menemukan audiens target mereka: Ada 92 atribut pelanggan yang tersedia yang dapat dipilih pemasar untuk penargetan, termasuk geografi, jenis perangkat seluler, sistem operasi, minat pribadi, demografi, dan perilaku pengguna. Itulah salah satu alasan Facebook mengenakan tarif premium melalui biaya per klik, biaya per tautan, biaya per seribu tayangan, dan biaya per tindakan.

Tetapi bagi terlalu banyak pemasar, opsi penyesuaian ini tidak diterjemahkan menjadi peluang nyata. Pemasar masih menghadapi kendala dalam menghasilkan ROI dan memilih audiens secara efisien dan efektif. Pemasar yang cerdas mungkin memiliki strategi keterlibatan pelanggan, termasuk konten yang menarik, tetapi hanya menghasilkan ROI jika mereka bisa menyampaikannya ke audiens yang dituju.

Jadi bagaimana pemasar mencapai ini? Pembuatan profil audiens adalah jawaban standar, tetapi untuk benar-benar berhasil, pemasar perlu melihat melampaui data yang disediakan Facebook. Strategi pemasaran Facebook yang efektif menggabungkan data dari berbagai sumber, termasuk informasi CRM seperti transaksi, riwayat pembelian, dan interaksi. Ini juga harus mencakup data penelitian survei, seperti kesukaan pelanggan, ketidaksukaan, nilai yang dilaporkan pelanggan, dan preferensi.

Untuk menghasilkan ROI dari strategi pemasaran Facebook, pemasar harus menggabungkan hasil CRM dan survei dengan analitik data. Ini adalah cara yang bagus untuk mengisi celah antara informasi pelanggan mereka sendiri dan profil Facebook. Ini juga memberi kesempatan bagi tim pemasaran untuk mengidentifikasi hubungan antara profil Facebook pelanggan dan informasi pelanggan milik perusahaan serta antara kepentingan Facebook pelanggan dan data profil CRM yang ada.

Saat pemasar menghubungkan informasi Facebook dengan CRM dan data survei, mereka mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang audiens mereka. Membuat koneksi tersebut memungkinkan pemasar mendapatkan pesan yang menarik di depan orang yang tepat, dan juga memungkinkan perusahaan untuk menyampaikan citra merek yang mulus di semua saluran. Strategi ini juga memungkinkan pemasar untuk membuat perkiraan efektivitas yang lebih akurat, menjaga organisasi tetap pada jalurnya.

Semakin banyak pemasar tahu tentang pelanggan mereka, semakin baik mereka dapat berkomunikasi dengan mereka. Memberikan pengalaman pelanggan yang positif dan mulus di semua saluran, termasuk media sosial, sangat penting untuk membangun kredibilitas dan membangun kepercayaan. Ilmu data adalah cara terbaik untuk mempersonalisasi kampanye, dan perusahaan yang menggabungkan CRM dan data survei dengan kemampuan pemasaran Facebook yang kuat dapat mendorong ROI media sosial dan memperluas basis pelanggan mereka.

Bagaimana menurut Anda?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.